Postingan

Kurikulum Sekolah Kajian Strategis

Bismillah,, Tepat 1 tahun + 1 hari yang lalu, 21 Oktober 2012 kurikulum Sekolah Kastrat ini terselesaikan. Bermodal pengalaman dan hasil diskusi dengan beberapa senior. Yang terbersit di hati saya saat itu, masa depan adik-adik menghadapi tantangan di masa kepengurusan mendatang. Harapannya sekolah ini paling tidak bisa menjadi bekal bagi mereka. Tapi memang belum takdirnya, hingga akhirnya posting ini di blog pun sekolah ini belum terlaksana. Apa mau dikata, manusia hanya bisa berikhtiar dan berusaha. Semoga kurikulum amatir ini bisa terlaksana dan memberi kebermanfaatan, entah kapan masanya. Ridhailah Rabb..   *** A.    Tujuan Umum Meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta dalam ranah kajian strategis Tumbuhnya kepekaan peserta terhadap isu-isu dunia islam serta terbentuknya kemampuan untuk mewacanakan isu yang strategis Terbentuknya kemampuan peserta dalam memilih, mengkaji, mengolah dan mengemas isu berdasarkan data dan informasi yang a...

Sedikit tentang Nge-BEM, #AsikinAja :)

Ia tak pernah meminta untuk menanti.  Ia adalah soal mengambil kesempatan atau mempersilakan.  Juga soal keberanian atau pengorbanan.  Ia soal belajar mendengarkan dan didengarkan.  Dua telinga, satu mulut. Banyak-banyaklah mendengarkan. Juga soal satu jiwa memahami jiwa-jiwa yang lain. Berani tertatih walau perih, pantang menyerah walau payah, tiada mengeluh walau berpeluh. Ini adalah soal belajar meloncati rasa suka dan tak suka.  Keduanya beradu atau berpadu. Diperlukan hentakan keyakinan dan harapan, yang akan melahirkan keberanian, keteguhan  kesabaran.  Rumah Singgah, 12 Mei 2013 | Semua karena cinta

Air Mata Jogja

Gambar
Jogja, mengapa air matamu terus mendera? seharian kau menangis, kenapa tak kunjung reda juga? mungkinkah kau bersedih karna ulah pongah manusia? ataukah karna negeri ini terus dinodai dengan dosa-dosa? Jogja,   mereka, orang-orang yang terdzolimi di negeri sendiri, menginginkan kehidupan yang nyata namun, takdir belum juga menjawabnya hidup atau mati, rasanya sama saja Jogja, berhentilah menangis, mari berjuang bersama Tuhan, hapuslah air mata jogja Kosan lama, 03 April 2011 | kala Jogja diguyur hujan