Postingan

Kaleidoskop III Karya

Gambar
Aku terlanjur bangun cinta  Di Jalan Cinta Tak peduli dera mencaci Tak peduli duka menghampiri Keyakinanku hanya satu Membangun Negeri Bersatu Uang pun aku tak mau Ketika ia datang merayu Bukan sok idealis Atau mengumbar suara Aku hanya optimis Hanya membangun asa Menuju Indonesia Jaya!

Dalam Barisan Cinta

Gambar
Disini, aku dan kau, kita Meniti jalan bersama Menyemai  dan membangun asa Dalam Barisan Cinta Kau didepan, di tengah ataupun di belakang, Aku didepan, di tengah ataupun di belakang Itu bukan soal Satu tugas kita Menanamkan benih-benih keberanian yang telah kita rintis Kita semua adalah bagian dari arus sejarah yang membahana Kita adalah bagian dari derap kemajuan semua Dan dalam barisan ini, perjuangan begitu mesra berdegup Layaknya safar di perantauan Perjuangan tak sekedar ‘tolak’, ‘lawan’ dan ‘bakar’! Sesuai dengan iramanya, Perjuangan adalah soal menyemai dan membangun Dalam derapnya, dalam desasnya, dalam raungnya Kita adalah manusia yang ber-asa dan beradab Dan dalam matinya, kita adalah manusia yang membangkitkan Dalam Barisan Cinta-Nya *Terimakasih Garda.. :)

Dilema Skripsi dan Jurnal Ilmiah

Baru-baru ini, dunia pendidikan kita kembali dihebohkan dengan munculnya kebijakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pasalnya, kebijakan yang cenderung tergesa-gesa dan tiba-tiba ini mewajibkan publikasi jurnal ilmiah sebagai syarat kelulusan baik S1, S2 maupun S3. Kebijakan Kementerian Pendidikan yang dituangkan dalam surat edaran no 152/E/T/2012 per 27 Januari 2012 ini praktis menimbulkan pro dan kontra di kalangan akademisi. Terutama mahasiswa S1 yang dirundung kegalauan antara skripsi atau jurnal ilmiah. Sejatinya, tujuan publikasi jurnal ilmiah ini baik, yakni untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi yang saat ini minim jurnal ilmiah. Jumlah publikasi hasil penelitian Indonesia pada 1996-2008 lebih rendah dibandingkan negara-negara Asia (Kompas, 09/12/11). Selain itu, kebijakan ini dapat digunakan sebagai momentum untuk memaksimalkan kinerja akademik dunia kampus serta memungkinkan evaluasi. Yang lebih penting dengan publikasi ...

Kaleidoskop II Karya 2011

Gambar
  Poster1. Diskusi SimpatikBEM FTP UGM   Poster2. Pemira Fakultas Kedokteran UGM 2011     Poster3. Donor Darah BEM FTP UGM

Kiat Esemka: Sebuah Jawaban Kerinduan

Gambar
Di permulaan tahun 2012 ini, kita disuguhkan kehebohan mencuatnya mobil domestik bermerek Kiat Esemka. Fenomena ini tak lepas dari peran walikota Solo yang cukup populer, Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi. Jokowi bertekad menjadikan mobil buatan anak-anak SMK bersama bengkel Karoseri Sukiat ini menjadi mobil dinas pejabat-pejabat Balai Kota Solo. Keberanian yang luar biasa memang. Ditengah ramainya para pejabat berbondong-bondong memamerkan mobil mewah, Jokowi lebih memilih menggunakan mobil bermesin 1500 cc seharga ±95 juta yang diciptakan oleh anak bangsa sendiri.  Meski mendapat hujatan dari beberapa pejabat seperti Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Jokowi dan Kiat Esemka justru mendapat apresiasi masif publik. Bukan saja telah menyita perhatian publik, tetapi juga menyita halaman dan menjadi headline beberapa media massa. Popularitas Kiat Esemka saat ini bukanlah tanpa proses dan usaha yang keras. 3-4 tahun anak bangsa dari Solo dan sekitarnya berlatih merakit mesin kemud...

Kaleidoskop I Karya 2011

Gambar

Menilik Hikmah Dibalik Pertempuran Tebing Merah

Gambar
Sekuel film berjudul Red Ciff yang diambil dari novel Sam Kok ini cukup menarik untuk dicermati. John Woo mampu menyajikan sebuah epik menjadi sebuah film laga kolosal spektakuler. Fokus perhatian saya terletak pada pesan moral tentang kepemimpinan inspirasional yang disampikan dalam film ini. Pertama , sosok Liu Bei yang memimpin dengan hati, mengedepankan kebersamaan dan kemaslahatan. Salah satu adegan yang menurut saya sangat powerful adalah saat pertempuran Changban, dimana Liu Bei harus membawa pengungsi di tengah serbuan pasukan Cao Cao. Ketika seorang komandan melapor kepadanya, “Yang Mulia, para pengungsi ini memperlambat kita. Untuk mengurangi kerugian pasukan, kita sebaiknya meninggalkan mereka!” Liu Bei seketika itu langsung berang, “Apa?” katanya, “Mereka ini semua rakyat Han. Mereka di sini mengikuti kita karena Cao Cao menganiaya mereka. Jika kita tidak bisa menawarkan perlindungan kepada mereka, lalu apa artinya kita berperang?”. Adegan ini menggambarkan sosok pemimpi...

Reforma Agraria Yang Menjadi Imajinasi

Mungkin hanya segelintir orang saja yang sadar, bahkan sekedar tahu saja tentang ada apa dengan dengan tanggal 24 September. Memang tanggal tersebut bukanlah hari kemerdekaan suatu negara seperti tanggal 17 Agustus yang setiap tahun dirayakan seantero rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke (hanya dirayakan, miris. Bagaimana dengan memaknai? Mengambil hikmah? Sudahkah?). Paling tidak, tanggal ini ‘pernah’ memberi harapan besar  bagi rakyat tani kita. Pasalnya, tanggal 24 September ditetapkan sebagai Hari Tani, hari kemenangan rakyat tani Indonesia dengan lahirnya Undang Undang Pokok Agraria (UUPA), dengan diletakkannya dasar-dasar bagi penyelenggaraan Landreform dalam lapangan pertanahan. UUPA ini memiliki tujuan besar agar rakyat tani kita merdeka dari imperialisme lahan dan tanah. Sejak Kemerdekaan, politik agraria telah dicanangkan Sang Founding Father, Bung Karno melalui pembentukan Panitia Agraria Yogyakarta, 1948, yang merupakan langkah mendasar mengarah pada perumusan ...

Dilema Mahasiswa

Salah satu asisten praktikum: “Iya, kuliah libur, ak tau dr teknisi lab kbp,teknisi tau dr jarkom pegawai.. Katax menurut skb 3 mentri n keputusan dekan, ugm libur”. Salah satu satpam: “Kayaknya sih libur mbak. Jarkoman yang saya dapet dari pak dekan sih gitu” Aseek... lumayan, bisa pulang kampung. Salah satu dosen: “MOHON DIPERHATIKAN: Ini pengumuman susulan dari WD2, kita TIDAK JADI LIBUR: Bpk/Ibu, meneruskan info dr WRS AKSM: Senin 16 Mei UGM tetap masuk. Pengumuman Pemerintah terlalu mendadak, apabila diikuti dpt menganggu jadwal. Jadi tetap tes ya. Tks” Yah.. ga jadi libur. Untung belumjadi berangkat pulang... Wadek 3: “Sampaikan keteman lain: senin libur. Mks” “Libur wae, silakan dinikmati masa libur panjang. Mks” Yang bener yang mana ya?! Libur atau ga sih? Dosen makul P*A: “Masuk.” Argh... bingung! Kajur: “ Insya Allah berangkat jam 8 an” Yaudah lah, kayaknya emang masuk... Salah satu mahasiswa: “Positif libur bray, kakak angkatan do wes entuk jarkom lib...